Beasiswa ke Jerman


Salah satu negara dengan perekonomian terkuat di Eropa adalah Jerman. Banyak industri otomotif terkenal berbasis di negara ini. Siapa yang tidak kenal nama-nama seperti Mercedes-Benz, Volkswagen, Audi, dan Opel? Bukan hanya dalam industri otomotif, merk Jerman mendunia. Siemens misalnya juga menjadi merk jaminan kualitas untuk berbagai alat elektronik, dari peralatan rumah tangga sampai alat-alat canggih di rumah sakit.

Tapi bukan hanya industri yang maju di Jerman. Pendidikan Jerman juga terkenal di dunia. Dalam peringkat 200 universitas terbaik di dunia versi Times Higher Education untuk tahun 2007, 2008, and 2009, nama-nama universitas di Jerman seperti Technical University Munich, University of Heidelberg, Free University of Berlin, and Ludwig Maximilians University Munich selalu muncul. Dan jangan salah! Bukan hanya 4 nama ini yang muncul dalam daftar bergengsi ini, tapi nama-nama lain seperti University of Karsruhe, University of Freiburg, RWTH Aachen, dan University of Stuttgart juga sering muncul. Jadi, siapa yang masih ragu akan kualitas pendidikan Jerman?

Faktor lain yang membuat pendidikan di Jerman menarik adalah biayanya. Di Jerman tidak ada pembedaan antara mahasiswa asli Jerman dan orang asing, termasuk dari Indonesia. Dan hal ini berarti pendidikan di Jerman murah meriah! Dulu uang kuliah (tuition fee) untuk semua universitas di Jerman 0 Euro, alias gratis! Mahasiswa biasanya hanya membayar uang registrasi, sumbangan sosial dan uang tiket transportasi (bus, kereta api, tram, metro) semesteran yang besarnya tergantung negara bagian tempat universitas itu berada. Sayang sekarang beberapa negara bagian, seperti Bayern (tempat kota Munich misalnya) dan Baden Wuttenberg (tempat kota Karlsruhe misalnya) meminta uang kuliah dari para mahasiswa, tapi besarnya masih bisa dibilang kecil dibandingkan negara-negara Eropa lain: hanya sekitar 300 – 500 Euro (Rp. 3,6 juta – 6 juta) per semester. Tapi masih banyak negara bagian yang tidak memungut uang kuliah seperti di Berlin, Hessen (negara bagian tempat kota Frankfurt misalnya), dan negara-negara bagian yang dulu termasuk Jerman Timur. Sebagian dari negara-negara bagian yang secara umum tidak memungut uang kuliah itu hanya meminta uang sekolah hanya bagi mahasiswa yang masa studinya telah melewati suatu batas tertentu, jadi bisa dibilang hanya bagi mahasiswa-mahasiswa abadi, tetapi bagi mahasiswa baru tetap gratis!ย  :)ย  Di luar uang kuliah, ada beberapa pos anggaran lain seperti telah disebutkan di atas (uang registrasi, sumbangan sosial, dan tiket semesteran). Uang registrasi dan sumbangan sosial juga bervariasi untuk tiap negara bagian, tapi rata-rata besarnya sekitar 50 – 150 Euro (Rp. 600 ribu – 1.8 juta) per semester. Tiket semesteran yang besarnya sekitar 100 – 300 Euro (Rp. 1,2 juta – 3.6 juta) memberikan akses bagi para mahasiswa untuk menggunakan transportasi umum di kota tempat mereka belajar, dan seringkali juga di kota-kota sekelilingnya. Untuk mengetahui berapa persisnya uang yang harus dibayar per semester, teman-teman dapat mengecek di website universitas yang dituju.

Walaupun ada faktor-faktor penarik di atas, sebagian orang masih takut untuk pergi melanjutkan pendidikan di Jerman karena faktor bahasa. Tapi sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar. Banyak universitas di Jerman yang melaksanakan kegiatan belajar-mengajar untuk jenjang S-2 (dan kadang-kadang juga S-1) dalam bahasa Inggris. Untuk S-3, kebanyakan universitas tidak menuntut calon-calon doktor ini untuk mengikuti kuliah, melainkan hanya melakukan riset. Karena para profesor dan dosen-dosen di Jerman mahir berbahasa Inggris, buat para mahasiswa S-3 biasanya tidak ada masalah bahasa. Tapi memang betul, bahasa Jerman akan lebih mempermudah. Untuk teman-teman yang ingin langsung melanjutkan pendidikan dari SMA ke Jerman, biasanya teman-teman harus mengikuti sekolah penyetaraan yang disebut Studienkolleg selama 1-2 tahun, di mana bahasa Jerman juga diajarkan. Jadi tidak perlu terlalu khawatir tentang bahasa!๐Ÿ˜€

Pembahasan lebih lanjut tentang program-program studi berbahasa Inggris, dan juga tentang berbagai jenis universitas dan sekolah tinggi di Jerman dapat teman-teman ikuti di artikel-artikel selanjutnya di blog ini. Terus ikuti ya…. Tetap semangat!

4 responses to “Beasiswa ke Jerman

  1. del… ada gak beasiswa buat shortcourse gitu..? dan kalo ada biasanya buat minimal tingkatan pendidikan mana… danke schoen ya fuer deine Information..๐Ÿ™‚

  2. boleh minta infonya ga,buat beasiswa di jerman tp yang ada hubungannya sama sastra jerman.soalnya saya sekarang ngambil S1 di sastra jerman.
    atau S2 juga gapapa ko..
    danke schoen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s